Kuliah Di Malaysia | Indonesia Kembangkan Kawasan Industri Halal

JAKARTA – Indonesia akan mengembangkan kawasan industri halal, seiring besarnya permintaan produk halal. Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Imam Haryono mengatakan, pihaknya telah menyiapkan regulasinya bersama Kamar Dagang dam Industri (Kadin) Indonesia dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Zona Industri Halal

“Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan zona industri halal karena besarnya permintaan. Saat ini, permintaan produk halal sudah mulai meningkat, terutama untuk makanan dan minuman serta kosmetik,” kata Imam, Rabu (30/12).

Sebagai langkah awal, terang Imam, Kemenperin akan melakukan uji coba dengan membuat zona industri halal yang sudah mapan sebagai percontohan. Setelah itu, barulah diaplikasikan di kawasan industri berikutnya.

“Zonasi halal tersebut bisa dari industri makanan dan minuman olahan, karena ini cukup mendesak. Negara-negara lain sudah lebih dahulu mulai,” kata Imam.

Menurut dia, Thailand dan Malaysia sudah lebih dulu fokus pada industri makanan dan minuman halal. Untuk itu, diperlukan persiapan aturan dan prosedur secara matang.

“Harus diatur prosedurnya, bagaimana sertifikasinya supaya ketika diberi label halal di kawasan industri halal, benar-benar ditanggung halal. Sampai ke transportasinya,” ujar dia.

Kawasan Industri Halal
Kawasan Industri Halal Indonesia di Cikande

Namun, Imam mengakui, untuk memulai produksi di zona industri halal dibutuhkan investasi yang lebih besar dibandingkan industri biasa. Ini karena kawasannya memang harus benar-benar terjamin. Selain itu, jaminan produk tersebut halal atau tidak, bukan hanya pada saat proses pembuatan dan packaging saja, tetapi juga dari logistiknya.

Setelah berhasil dengan makanan dan minuman , menurut Imam, barulah akan diatur untuk kosmetik, dan garmen. “Nanti pelan-pelan akan dibranding, karena ada konsukuensi harganya di awal,” ujar dia.

Menurut Imam, produk halal bukan hanya identik bagi masyarakat Muslim saja, namun sudah dikonotasikan dengan treatment yang lebih baik, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, packaging, dan logistiknya.

“Sebagai langkah ke sana, dibuat zona lebih dulu, baru kemudian dibuat kawasan yang lebih besar. Jangan langsung dibuat besar, karena nanti tidak siap,” kata Imam.

Rancangan dan Orientasi Ekspor

Menurut Imam, saat ini, Kemenperin sudah memiliki rancangan dan pola untuk membuat zona industri halal. Sejauh ini, daerah yang potensial untuk dikembangkan sebagai zona industri halal yakni di Pulau Jawa, karena sudah banyak kawasan industri. Sebagai langkah awal, Kemenperin mengharapkan investasi yang masuk berasal dari pengusaha dalam negeri.

Pengembangan zona kawasan industri tersebut juga akan mempertimbangkan produk-produk yang memiliki orientasi ekspor, terutama ke negara-negara Timur Tengah. Menurut Imam, pasar negara-negara tersebut selama ini dipenuhi oleh produk halal buatan Tiongkok dan Thailand.

“Sudah ada sinyal positif dari pelaku usaha maupun investor lokal. Tapi karena kondisi ekonomi saat ini masih lesu, kita akan jalan pelan-pelan,” kata Imam. 

Sumber : http://kemenperin.go.id/artikel/13969/Indonesia-Kembangkan-Kawasan-Industri-Halal

Tambah komentar