Kuliah Di Malaysia | Malaysia Mengkampanyekan Industri Halal

Malaysia dikenal sebagai salah satu pelopor industri halal di dunia. Malaysia menempati peringkat pertama dalam hal indikator ekonomi Islam global (Global Islamic Economic Indicator) selama 5 tahun.

Kesuksesan Malaysia sebagai pelopor industri halal dimulai sejak tahun 1974. Ketika itu, Pusat Penelitian untuk Divisi Urusan Islam di Kantor Perdana Menteri mulai mengeluarkan sertifikasi halal. Hal ini menjadi logo halal yang paling dicari untuk pengakuan global.

Langkah bersejarah ini menggerakkan serangkaian inisiatif yang didukung oleh lembaga-lembaga Pemerintah Malaysia. Hal ini juga memelopori pengembangan perbankan dan keuangan Islam untuk memperkuat status Malaysia sebagai pusat halal global.

Saat ini, Malaysia menjadi contoh negara yang mendukung pertumbuhan ekosistem halal global. Selain sistem sertifikasi halal dan perbankan Islam, juga mencakup standar dan peraturan, infrastruktur, logistik, dan pengembangan sumber daya manusia.

halal 1


Malaysia saat ini melayani konsumen muslim global´╗┐

Pada tahun 2017, Malaysia mencatat RM43,3 miliar dalam ekspor halal, yang merupakan 4,6% dari total keseluruhan ekspor sejumlah RM935,4 miliar. Importir utama dari produk halal Malaysia adalah Singapura (RM4,9 miliar), China (RM4,9 miliar), Jepang (RM2,8 miliar), Amerika (RM2,7 miliar) dan Indonesia (RM2,2 miliar).

Perusahaan Pengembangan Perdagangan Eksternal Malaysia (MATRADE) mengharapkan nilai ekspor dari produk dan layanan Halal meningkat 5% di tahun 2019. Ekspor tersebut dimaksudkan untuk melayani kenaikan signifikan dalam permintaan global untuk produk dan layanan Halal.

Ketersediaan bantuan keuangan dan insentif pemerintah, usaha kecil dan menengah dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memasuki industri yang sedang berkembang. Namun, kesempatan ini tidak terbatas pada industri lokalnya, karena posisi Malaysia yang menjadi pusat halal juga membuat Malaysia menjadi pilihan yang ideal untuk berbisnis dari negara lain untuk memasuki pasar Halal global.

CEO Matrade, Datuk Wan Latiff Wan Musa mengatakan, “Akhir-akhir ini telah menerima cukup banyak perusahaan makanan Jepang yang membuka operasinya di Malaysia untuk mendapatkan sertifikasi Jakim. Hal tersebut mencerminkan beberapa perusahaan, khususnya yang ada di negara non-Muslim yang sedang mencari untuk menjual produk Halal.

mihas 2019 date
Malaysia International HALAL Showcase (MIHAS) 2019


Malaysia Menjadi Gerbang Bisnis untuk Melayani Pasar Global Halal

Pameran Internasional Halal Malaysia (MIHAS) yang diselenggarakan oleh MATRADE menjadi gerbang bisnis untuk mengakses baik pasar halal lokal maupun Asia Tenggara, serta memanfaatkan peluang pasar halal global.

Sebagai pameran dagang Halal terbesar di dunia dan sangat dinanti, MIHAS adalah acara yang tepat bagi siapapun yang tertarik memasuki pasar global halal. Selain itu, acara ini diharapkan dapat menemukan penawaran dan kemajuan terbaru di seluruh ekologi Halal yang dinamis.

MIHAS akan kembali digelar yang ke-16 mulai 3 – 6 April 2019 di MITEC, Kuala Lumpur. Diselenggarakan oleh MATRADE, acara 4 hari ini akan menghubungkan lebih dari 1000 peserta pameran dan pelopor industri halal global yang diperkiraan 30.000 trader dari 72 negara.

Bagi yang tertarik untuk berpartisipasi di MIHAS 2019 sebagai trader atau pengunjung dapat mengunjungi website www.mihas.com.my.

Sumber : http://mihas.com.my/malaysia-championing-the-halal-industry/

Tambah komentar