Promosi Makanan Halal di Kamboja

PHNOM PENH- Kamboja meminta bantuan dari Malaysia untuk mendiversifikasi produk ekspor industri makanan halal. Kamboja pun ingin menarik lebih banyak wisatawan dan investor dari negara-negara muslim. Perdana Menteri Hun Sen mengajukan permintaan tersebut dalam sebuah pertemuan dengan Dato Sri Jamil Khir, Menteri Departemen Perdana Menteri Malaysia bidang Agama Islam.

Langkah Signifikan Kamboja

Selama pertemuan di Istana Damai, Hun Sen mengatakan Kamboja telah membuat langkah signifikan dalam mengembangkan perekonomian Kamboja. Promosi pembangunan industri dilakukan sesuai dengan kebijakan industri 2015-2025 untuk mendiversifikasi basis produksi nasional terutama industri garmen, tekstil dan beralih ke sektor industri lainnya. “Kami ingin mendorong pelatihan halal untuk orang-orang muslim dan untuk mendorong investor Islam datang ke Kamboja untuk mempromosikan produksi makanan halal untuk ekspor. Kami juga ingin mendorong investasi di sektor lain untuk berkontribusi dalam mempercepat pembangunan Kamboja. Pertumbuhan hari ini, terutama di industri konstruksi, menjadi lebih besar karena saat ini kita melihat begitu banyak bangunan bertingkat tinggi di kota ini,” katanya. Perkembangan ini tak lepas dari dukungan luar negeri dan investasi, terutama investasi dari Malaysia, tambah perdana menteri.

Hubungan dengan Malaysia Semakin Dekat

Jamil mengatakan bahwa hubungan antara negara-negara dan rakyatnya semakin dekat dan akan semakin banyak pelaku bisnis Malaysia. Diharapkan banyak investor yang datang ke Kamboja untuk berkontribusi dalam pembangunan negara tersebut. Dia setuju untuk membawa permintaan dari Hun Sen untuk mendapatkan bantuan industri makanan halal. Kamboja sudah menyelesaikan draf keputusan substitusi tentang sertifikasi makanan halal pada akhir tahun untuk mendorong industri ini.

Sos Mousine, anggota komite pengawas produk halal di Kamboja, mengatakan baru-baru ini bahwa peraturan tersebut telah selesai dan akan dikirim ke Malaysia untuk diperiksa sebelum diimplementasikan. Aturan baru ini dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat membuka restoran halal yang memenuhi standar ketat. “Siapa saja, termasuk Muslim, non-Muslim dan orang asing, akan dapat membuka restoran halal, selama mereka mengikuti kriteria standar halal yang ditetapkan oleh pemerintah Kamboja,” katanya.

“Sekarang kita memiliki penerbangan langsung dari Dubai ke Kamboja dengan Emirates. Lebih banyak wisatawan akan datang jika mereka tahu mereka dapat menemukan makanan halal,” katanya. Soeung Sophary, juru bicara Kementerian Perdagangan mengatakan bahwa rancangan sub-keputusan mengenai organisasi dan fungsi komite untuk memantau produk halal Kamboja telah berjalan untuk beberapa waktu. “Kementerian Perdagangan juga mendorong dan mendukung produksi makanan halal,” kata juru bicara tersebut.

“Ini tidak hanya menguntungkan Muslim Kamboja lokal, tapi juga semua orang Muslim, terutama turis Muslim.”

Dua lembaga keuangan Islam Malaysia – Amanah Ikhtiar Malaysia dan Yapeim – diharapkan dapat membuka cabang pertama mereka pada akhir tahun. Diharapkan juga masing-masing dapat membantu komunitas bisnis Muslim di Kamboja.

Tambah komentar