Kuliah Di Malaysia | Thailand Mengincar Lebih Banyak Ekspor Makanan Halal ke Negara-negara non-Muslim

K

Thailand ingin meningkatkan brandingnya untuk mempercepat ekspor halal ke negara-negara non-Muslim karena jangkauannya ke pasar Islam terus meningkat. Menteri Penasihat Kantor Urusan Komersial Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Malaysia. Thailand juga ingin meningkatkan perdagangan makanannya ke negara-negara non-Muslim dan Thailand percaya produk halalnya dapat melakukan jauh lebih baik di pasar-pasar tersebut jika mereka lebih dikenal. Thailand mengekspor $ 35,7 miliar makanan pada tahun 2018, menurut data dari Departemen Promosi Perdagangan Internasional (DITP).

industri halal

6 persen, atau sekitar $ 5,8 miliar, dikirim ke negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Hal ini naik 2 persen dari 2017, angka yang jauh lebih rendah dari pertumbuhan ekspor makanan 6 persen ke negara-negara non-Muslim. Kenaikan 2 persen pada 2018 ini merupakan penurunan dari pertumbuhan 2017, yang berada di sekitar 13 persen. Pada tahun yang sama, ekspor makanan ke negara-negara non-Muslim naik 10 persen.

Ada sekitar 5.000 perusahaan yang terlibat dalam industri halal Thailand, menghasilkan lebih dari 150.000 produk dan layanan halal. Produk halal Thailand mungkin tidak terbang di rak-rak di negara-negara non-Muslim tetapi mereka berhasil dengan baik di pasar Muslim. Bangsa Asia Tenggara berupaya untuk secara aktif mempromosikan produk-produknya melalui pameran internasional seperti MIHAS dan lainnya yang diadakan di Timur Tengah.

industri halal

Produk halal Thailand disertifikasi oleh Komite Sentral Islam Thailand (Cicot). Sertifikasi Cicot sudah diakui oleh Departemen Pengembangan Islam Malaysia (JAKIM), Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Di UEA, sertifikasi halal Thailand diterima untuk makanan olahan dan kemasan. Sebagian besar produk ini berasal dari sektor makanan dan minuman. Tak ketinggalan produk kesehatan, perawatan pribadi, dan kosmetik juga mendapatkan keuntungan di pasar domestik dan ekspor Thailand.

Selain itu, Thailand ingin memasuki sektor pariwisata medis untuk memperluas industri halalnya. Thailand memiliki semakin banyak pengunjung Muslim yang datang untuk layanan medis di rumah sakit di Bangkok dan mereka biasanya membawa keluarga mereka untuk tinggal. Thailand mencari pemasok produk dan layanan halal untuk memenuhi permintaan, dan juga untuk mendorong lebih banyak pengunjung Muslim. Sebagai indikasi 38,2 juta pengunjung internasional tiba di Thailand tahun lalu, dan menurut data dari CrescentRating memperkirakan 3,6 juta Muslim tiba pada 2017 atau sekitar 10 persen dari total jumlah pengunjung tahun itu.

Sumber : https://www.salaamgateway.com/

Komentar

oleh Official KMH

Tentang

Dalam rangka mewujudkan Indonesia sebagai pemain utama Industri Halal Dunia, Kampus Manajemen Halal (KMH) hadir sebagai lembaga pendidikan alternatif untuk percepatan penyiapan sumberdaya manusia yang berkompeten sebagai ahli manajemen Industri Halal. KMH di dukung penuh oleh UNITI Kolej Malaysia, sebagai perguruan tinggi pertama di dunia yang mengembangkan program studi Manajemen Industri Halal.

Hubungi Kami

Tanya apa saja!